AcehEkonomi

Nilai Tukar Petani Aceh Juni 2026 naik sebesar 0,34 persen

Foto Ilustrasi :Petani memeriksa kondisi lahan sawah yang baru selesai ditanami padi mulai terancam kekeringan di salah satu desa dalam wilayah kecamatan Simpang Tiga, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (18/6/2026). Aentenews Foto/Ampelsa

Banda Aceh (Aentenews) – Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada beberapa daerah di Provinsi Aceh pada Juni 2026, menghasilkan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125,34 atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 persen dibandingkan Mei 2026. 

“Berdasarkan perkembangan harga di beberapa pedesaan, peningkatan NTP itu terjadi hampir semua subsektor kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan,” Plh Kepala BPS Aceh,  Abdul Hakim, di Banda Aceh, Jumat (3/6/2026).

Dikatakannya, Nilai Tukar Petani (NTP) itu diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat pertumbuhan kemampuan/daya beli petani. 

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, semakin kuat pula tingkat daya beli petani. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar 0,85 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan It pada hampir semua subsektor kecuali subsektor tanaman pangan dan subsektor peternakan. 

Sementara Juni 2026, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) di Provinsi Aceh mengalami peningkatan sebesar 0,51 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan Ib pada seluruh subsektor. 

Selain NTP, indikator pertanian lainnya yang juga tidak kalah penting untuk dicermati adalah Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP). Trend sepanjang tahun NTUP mengikuti trend NTP. 

NTP merupakan rasio antara It terhadap Ib, dimana Ib merupakan gabungan antara KRT (Konsumsi Rumah Tangga) dan BPPBM (Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal). Sedangkan NTUP merupakan rasio antara It terhadap BPPBM saja. NTUP Provinsi Aceh pada Juni 2026 adalah sebesar 129,58 mengalami peningkatan sebesar 0,10 persen jika dibandingkan Mei 2026 dan meningkat sebesar 2,75 persen dibandingkan Juni 2025.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar 0,85 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan It pada hampir semua subsektor, kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan. 

Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan yang sebagian besarnya merupakan petani. Hal ini tercermin dari indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT). Selain itu Ib juga menunjukkan fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan petani untuk memproduksi hasil pertanian yang tercermin dari indeks BPPBM (Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal). 

Pada Juni 2026, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) di Provinsi Aceh mengalami peningkatan sebesar 0,51 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan Ib pada seluruh subsektor. Angka Ib dipengaruhi oleh Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Indeks KRT di Provinsi Aceh naik sebesar 0,46 persen dibanding periode sebelumnya, sedangkan indeks BPPBM mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,75 persen. 

Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 106,16 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 1,93 persen dibanding bulan sebelumnya, NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)  91,24 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 2,18 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Selanjutnya, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 160,86 atau mengalami penurunan indeks sebesar 0,97 persen dibanding bulan sebelumnya, NTP Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 101,21 atau mengalami penurunan sebesar 2,16 persen dibanding periode sebelumnya. 

Bgitu juga NTP Subsektor Perikanan (NTPN) sebesar 121,81 atau mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen dibanding bulan sebelumnya,  NTP Subsektor Perikanan Tangkap sebesar 127,86 atau naik dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 0,79 persen dan NTP Subsektor Perikanan Budidaya sebesar 111,93 atau turun sebesar 1,34 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button