Aceh

Pemerintah Aceh komitmen monitor dinamika penanganan bencana

Foto Dok Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh (Aentenews) –  Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus berkomitmen memonitor berbagai dinamika di lapangan terkait penanganan bencana agar seluruh tahapan penanggulangan berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan menanggapi kebijakan Presiden Prabowo yang kembali membantu kebutuhan sapi meugang kepada warga di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

‎“Bantuan itu menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh akan terus memastikan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Wagub Aceh di Banda Aceh, Selasa.

‎Wagub menilai penyaluran bantuan daging sapi meugang dari Presiden sangat membantu di tengah angka inflasi Aceh yang cukup tinggi, yakni mencapai 6,94 persen  per Februari 2026 (year on year).

‎Seperti diketahui, komoditas dominan penyumbang inflasi Aceh termasuk daging sapi dan daging ayam ras karena kebutuhan menjelang meugang.

“Karena itu, bantuan dari Bapak Presiden dalam bentuk sapi meugang juga tentu sangat mendukung penurunan angka inflasi di Aceh,” kata Wakil Gubernur.

‎Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan dengan menyembelih dan mengonsumsi daging bersama keluarga menjelang hari besar Islam, yakni menjelang puasa Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah, tradisi ini diharapkan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat bangkit bersama.

‎Dengan adanya bantuan sapi dari Presiden, Pemerintah Aceh berharap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana, tetap dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.

‎Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan total nilai mencapai Rp72.750.000.000, yang didistribusikan antara lain ke Lhokseumawe sebesar Rp550 juta, Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, Aceh Timur Rp7,55 miliar.

Selanjutnya Bireuen Rp2,25 miliar, Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar,  Aceh Tengah Rp6,05 miliar,  Bener Meriah Rp4,55 miliar, Gayo Lues Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar.

Kemudian Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar,  Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta  Simeulue Rp250 juta, yang mengalami gempa bumi saat bencana hidrometeorologi melanda Aceh. //Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button