LingkunganPidie Jaya

Pidie Jaya Kembali Banjir, Korem Lilawangsa Kerahkan Prajurit  Bantu Warga 

Pidie Jaya  (Aentenews)- Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, mengerahkan sejumlah personel ke sejumlah lokasi yang terdampak banjir susulan dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak  di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (8/4/2026) malam.

“Langkah ini diambil setelah 13 Desa di Dua Kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 Centimeter,” kata Danrem 011 Lilawangsa di Lhokseumawe, kabupaten Aceh Utara.

Dalam upaya penangan kondisi derah terdampak banjir susulan itu, Korem Lilawangsa menerjunkan sejumlah prajurit dari Kodim 0102 dan Yon TAPI 857 ke kabupaten Pidie Jaya. Kabupaten Pidie Jaya salah satu daerah terparah terdampak banjir bandang pada 26 November 2025.

Dikatakannya, banjir susulan yang bercampur sisa lumpur mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB akibat tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meluap. Selain merendam rumah warga di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, air juga menggenangi jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh.

Brigjen TNI Ali Imran melaporkan, titik terparah terendam banjir berada di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu. “Jalan lintas Medan-Banda Aceh di lokasi tersebut belum bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. Namun, truk dan mobil besar masih dapat melintas,” jelas Danrem.

Ali Imran menginstruksikan personil TNI di daerah itu tetap bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas, membersihkan material banjir, dan memantau debit air secara berkala guna mengantisipasi banjir susulan. 

Sementara itu, Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengingat masyarakat untuk tetap waspada dan mencari tempat yang lebih aman jika debit air terus meningkat. Tim gabungan TNI-Polri dan SAR tetap disiagakan di titik-titik rawan.

Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan, bahwa banjir dipicu oleh pendangkalan sungai (sedimen lumpur) pascabanjir bandang 26 November 2025, sehingga sungai  Krueng Meureudu tidak mampu menampung volume air hujan dari pegunungan.

Adapun sejumlah desa yang terdampak banjir susulan  dalam wilayah kecamatan Kecamatan Meurah Dua kabupaten Pidie Jaya, antara lain Desa Pante Beurne kedalam air 70 cm, Dayah Husen 50  CM, Meunasah Mancang  50 CM, Meunasah Raya  70 CM, Meunasah Bie   50 CM , Beuringin CM 60 dan Geunteng 60 CM.

Di Kecamatan Meureudu, di Desa Meunasah Lhok kedalam air 70 CM, Beurawang 60 CM ,Mayang Cut 50 CM, Meunasah Krueng 70 CM, Manyang Lancok  50 CM dan Masjid Tuha setinggi 40 CM.

Sementara, Isnaini warga desa Blang Cot, Kecamatan Meurah Dua , Pidie Jaya menyatakan air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB malam hingga 60 CM di desanya dan sejumlah masyarakat meninggalkan rumah mencari tempat ketinggi di jalan lintas nasional.

“Kami warga di sini panik, air mulai naik dan sisa lumpur pasca banjir bandang akhir tahun lalu meluap menggenangi rumah dan jalan desa,” kata Isnaini.

Banjir tidak hanya di Pidie Jaya, sejumlah daerah lain seperti kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah dan kabupaten Gayo juga terdampak akibat curah hujan sejak beberapa hari terakhir.

“Hingga pagi ini banjir sudah surut. Namun, petugas tetap di lapangan membersihkan lumpur,  sampah kayu dan membantu kelancaran jalan nasional  serta memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi dampak jika hujan susulan,” demikian Danrem Lilawangsa,Brigjen TNI Ali Imran.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button