Bener Meriah

Puting Beliung terjang Bener Meriah, lima rumah dan satu Moshalla rusak

Bener Meriah (Aentenews), Sebanyak lima unit rumah  dan satu Musholla dilaporkan rusak berat dan rusak ringan diterjang angin puting beliung yang disertai hujan lebat di dua kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Bencana terjadi di Kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, serta Kampung Ulu Naron, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan pada bangunan warga, terutama pada bagian atap dan struktur rumah.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, Kamis (25/6/2026) membenarkan telah terjadi angin puting beliung di Bener Meriah dan kondisi terakhir masih dalam penaganan tim di lapangan.

Dua kecamatan yang terdampak angin puting beliung di kabupaten Bener Meriah itu,Kecamatan Timang Gajah dan kecamatan Pintu Rime Gayo

Berdasarkan Info dari Pusdalops Bener Meriah, dampak material dari angin puting beliung ini menyebabkan 2 unit rumah mengalami Rusak Berat (RB), 3 unit rumah mengalami Rusak Ringan (RR) dan 1 unit mushola mengalami Rusak Berat (RB) di dua kecamatan tersebut.

Angin puting beliung merusak rumah warga atas nama Sirli, Said Ali, Abu Bakar, Ariyadi dan Andi Patiadi Fajar. Seluruh warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu kondisi tempat tinggal mereka dinyatakan aman. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Menindaklanjuti laporan kejadian, BPBD Kabupaten Bener Meriah melalui Tim Pemadam 02 Lampahan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, serta asesmen terhadap dampak bencana.

Hingga saat ini, proses pengecekan lapangan telah selesai dilaksanakan. BPBD Kabupaten Bener Meriah terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan terhadap warga terdampak.

BPBA terus  menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang, serta selalu mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button