Aceh

SAM Airlines siapkan 3-10 pesawat Umrah Aceh-Jeddah

Banda Aceh (Aentenews) – PT SAM Airlines saat ini telah mempersiapkan tiga hingga 10 pesawat untuk memberangkatkan Jamaah Umrah penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh ke Jeddah, Arab Saudi pada Januari 2026.

“Untuk mendukung target Gubernur Aceh memberangkatkan Jamaah Umrah via Aceh pada Januari 2026, saat ini kami telah mempersiapkan 3 hingga 10 pesawat,” kata Datin Seri Vie Shantie Khan dari PT SAM Airlines di Banda Aceh, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem, seperti dikutip dari rilis yang diterbitkan Biro Administrasi dan Komunikasi Pimpinan Setda Aceh.

Mualem memfasilitasi pertemuan Muchlis Hasyim selaku pendiri PT Serambi Aceh Makkah (SAM) Airlines dengan Ketua Kesatuan Antar Travel Umroh dan Haji Aceh (KATUHA) Mahfud Ahmad Makam, di Meuligoe Gubernur, 22 Nopember 2025.

Muchlis Hasyim menjelaskan, dirinya optimistis SAM Airlines dengan keseriusan dan tim yang solid serta didukung oleh banyak pihak bisa segera beroperasi memberangkatkan jamaah Umrah via Aceh.

“Pada pertemuan tadi, Pak Gubernur bahkan menargetkan agar pada Januari atau paling telat Februari 2026, SAM Airlines sudah memberangkatkan jamaah Umrah. Karena itu, kita sudah bahas bersama para pemilik travel penyelenggara Umrah terkait para jamaah yang akan diberangkatkan,” ujar Muchlis.

“Saat ini pengurusan ijin masih berproses. Fokus kita untuk menyelenggarakan pemberangkatan perdana adalah pengurusan izin dan keberadaan jama’ah,” ucap Muchlis.

“Pesawat sudah ada, namun ijin dan jamaah yang masih terus kita pastikan. Karena itu, kami mengapresiasi Gubernur yang telah mempertemukan kami dengan pihak travel untuk membahasnya,” kata Muchlis

Sebelumnya, Mahfud Ahmad Makam menjelaskan, saat ini dirinya terus berkoordinasi dengan travel penyelenggara Umrah untuk bisa memenuhi target jumlah jamaah agar bisa diberangkatkan pada Januari 2026.

“Target Pak Gubernur di Januari. Karena itu, kita terus berkoordinasi agar jumlah jamaah mencukupi untuk diberangkatkan. Jika tidak mencukupi, maka akan kita berangkatkan di Februari,” kata Mahfud.

Sementara itu, Mualem menjelaskan dirinya mencoba menjembatani pertemuan antara pelaku travel yang selama ini fokus pada penyelenggaraan Ibadah Umrah, dengan PT SAM Airlines.

“Hari ini, saya memfasilitasi pertemuan Pak Muchlis dan Pak Mahfud serta Datin Seri Vie Shantie Khan, untuk membahas penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah via Aceh,” ujar Gubernur.

Mualem meyakini, kehadiran maskapai SAM Airlines bekerja sama dengan PT PEMA ini mampu menggerakkan perkonomian dan membawa Aceh lebih maju di masa mendatang.

“Dari pertemuan tadi dijelaskan, bahwa pada tahap awal mungkin SAM Airlines akan mencarter pesawat, namun base-nya tetap di Aceh, tapi tentu mereka tidak hanya melayani jamaah asal Aceh. Jika perlu, se-Nusantara bisa berangkat via Aceh dengan menggunakan jasa SAM Airlines,” kata Mualem.

Mualem optimistis, waktu tempuh yang jauh lebih singkat karena letak geografis Aceh yang sangat dekat dengan Arab Saudi akan menggoda para jamaah se-Nusantara untuk berangkat Haji dan Umrah via Aceh.

“Aceh-Jedah itu hanya butuh waktu 6 hingga 6,5 jam penerbangan. Jadi, biayanya tentu lebih murah jika berangkat via Aceh. Hal ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi saudara se-Nusantara yang ingin berangkat Haji dan Umrah via Aceh karena lebih ekonomis,” ucap Mualem.// Redaksi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button