Aceh Besar

Update dampak angin kencang, tercatat 23 kejadian di Aceh Besar 

Bangunan di komplek masjid ambruk akibat angin kencang Foto BPD Aceh Besar

Aceh Besar (Aentenews) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar melaporkan dampak angin kencang sejak empat hari terakhir hingga Jumat (7/8/2026) tercatat sebanyak 23 kejadian berupa kerusakan sejumlah rumah dan beberapa pohon tumbang. 

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan, berdasarkan pendataan Pusdalops-PB kejadian baru hingga sore hari ini , tercatat tujuh kejadian terdiri dari lima pohon tumbang, satu fasilitas keagamaan rusak dan satu unit toko yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem angin kencang,  

“BPBD Aceh Besar bersama unsur terkait langsung melakukan gerak cepat begitu menerima informasi kejadian. Dari pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa,” kata Ridwan.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Aceh Besar mengerahkan petugas Damkar dan Pusdalops-PB serta berkoordinasi dengan TKSK Dinas Sosial, TNI, Polri dan masyarakat setempat.

Ridwan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada siang, sore hingga malam hari.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara. Hindari berteduh di bawah pohon atau berada di sekitar bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang,” pungkasnya.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem berupa angin kencang ,pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempersiapkan berbagai langkah penanganan sehubungan meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, serta terganggunya akses transportasi di sejumlah kecamatan.

Pohon tumbang menutp badan jalan Nasional di Aceh Besar. Foto Dok BPBD Aceh Besar.

Bupati Syech Muharram, menginstruksikan seluruh perangkat daerah, BPBD, Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya tetap siaga agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama, seluruh personel harus tetap siaga dan memperkuat koordinasi di lapangan sehingga setiap kejadian dapat segera ditangani. Kita juga harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik selama kondisi cuaca ekstrem ini,” kata  Syech Muharram.

Aentenews by Ampelsa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button