SPBU nelayan hadir di Aceh Selatan, ini dampak ekonomi pesisir

Tapaktuan (Aentenews) – Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan Koperasi KNTI Aceh Selatan, Selasa (28/4), di Gampong Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Didit Herdiawan Ashaf serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah pusat dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.
“Suatu kehormatan yang tak terhingga tentunya, daerah kami dapat dikunjungi oleh Bapak untuk meresmikan SPBU Nelayan Koperasi KNTI Aceh Selatan,” kata Bupati Mirwan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menaruh harapan besar terhadap program strategis nasional, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Di Aceh Selatan sendiri, sampai hari ini sudah tercatat 260 unit KDMP yang terus berproses, disamping 443 unit koperasi non KDMP lainnya,” ujar Bupati Mirwan.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah daerah, di antaranya pendampingan koperasi berbasis kearifan lokal, hilirisasi komoditas, serta sinergi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kami ingin koperasi di sini maju tanpa meninggalkan akar budaya nya,” sebut Bupati Mirwan.Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga mendorong keterhubungan koperasi dengan off taker BUMN dan pasar ekspor untuk komoditas unggulan seperti hasil laut, nilam, dan pala.
Terkait program Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat gampong yang telah disurvei untuk pengembangan program tersebut.
“Besar harapan kami agar keempat gampong tersebut ditetapkan secara resmi sebagai Kampung Nelayan Merah Putih sehingga berdampak besar pada perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Bupati Mirwan juga menyoroti potensi kelautan Aceh Selatan yang dinilai sangat besar, dengan 13 kecamatan pesisir dari total 18 kecamatan serta 71 desa pesisir.
“Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan urat nadi kehidupan bagi lebih dari 7.000 nelayan yang mengoperasikan 2.452 unit armada penangkapan ikan,” sebut Bupati Mirwan.
Berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2025, produksi di daerah tersebut mencapai lebih dari 32.000 ton per tahun dengan nilai ekonomi sekitar Rp968 miliar.
“Namun, kami menyadari bahwa potensi besar ini belum tergali optimal karena keterbatasan sarana penangkapan dan prasarana pelabuhan yang kami miliki,” ungkap Bupati Mirwan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan fokus pada tiga sektor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni kelautan, pertanian dan perkebunan, serta peternakan dan budidaya.
“Kami juga akan optimalkan kekayaan laut Aceh Selatan sepanjang 130 kilo meter dan kita akan dorong rakyat untuk menjadi kekuatan produktif bagi daerah,” tutup Bupati Mirwan.
Peresmian SPBU nelayan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses bahan bakar bagi nelayan serta mendukung aktivitas perikanan di wilayah Aceh Selatan.//Aentenews by Ade Dirgantara.




