AcehHumaniora

Pelantikan  Pendukung PPIH Aceh, Berikan Layanan Terbaik Untuk Jemaah

Banda Aceh  (Aentenews) – Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, melantik sebanyak 77 Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M di Aula Asrama Haji Aceh, Senin 27 April 2026.

Dalam arahannya, Arijal meminta seluruh petugas yang  baru selesai dilantik agar memberikan pelayanan maksimal kepada calon jemaah haji Aceh. Kesiapan dan dedikasi petugas menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

Ditegaskannya, seluruh petugas harus bekerja maksimal dan penuh dedikasi dalam melayani jemaah. Segala persiapan harus sudah rampung sebelum jemaah masuk asrama. Petugas harus siap memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah melalui virtual telah melantik sebanyak 23 Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) pada 17 April 2026.

Ketua PPIH Arijal yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh itu menambahkan, seluruh divisi PPIH Embarkasi Aceh harus tetap siaga dalam melayani jemaah haji pada tahun ini.

“Semua seksi harus siaga, terlebih pada saat kedatangan calon jemaah haji menjelang pemberangkatan ke Mekkah. Mareka masuk asrama ada yang datang sore dan pagi . Jangan sampai perencanaan kerja sudah terprogram baik, tetapi saat pelaksanaan justru tidak berjalan optimal,” kata Arijal mengingatkan.

Ia juga berharap seluruh panitia dapat menjalin koordinasi yang baik, sehingga tidak terjadi kendala saat kedatangan jemaah di asrama.

“Harapan kita, semua panitia saling berkoordinasi dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan,” tambahnya. 

Arijal juga menyampaikan, secara umum Embarkasi Aceh telah siap menyambut jemaah haji yang dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 5 Mei 2026.

Selama berada di asrama, jemaah akan mengikuti sejumlah tahapan persiapan, mulai dari kedatangan sesuai jadwal kelompok terbang (kloter), pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen dan perlengkapan haji seperti SPMA, gelang identitas, boarding pass, dan paspor dan pemantapan manasik sebagai pembekalan akhir sebelum keberangkatan. 

Selanjutnya, jemaah akan mengikuti prosesi pelepasan sebelum boarding dan keberangkatan menuju Tanah Suci. “InsyaAllah jemaah haji Aceh akan terbang perdana ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Arijal.

Pada tahun ini, pemerintah memberangkat  sebanyak 5.426 calon jemaah haji dan termasuk petugas. Untuk kloter pertama masuk dalam gelombang awal, sementara kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua dengan rute penerbangan menuju Jeddah.

Aentenews by Ampelsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button